·
Pengertian
1.
Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang
terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain
secara terus menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan
manusia yang menempatiwilayah geografi dan ruang tertentu.
2.
Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), Kata society
berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan
yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga
arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan
yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" juga berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya,pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling
tergantung satu sama lain (interdependen).
3.
Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J.
Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana
hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, pengertian kebudayaan adalah sesuatu
yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan
yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
·
KETERKAITAN ANTARA PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN
KEBUDAYAAN
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan saling berhubungan satu sama lain
dimana penduduk mendiami suatu wilayah tertentu akan membentuk suatu masyarakat
dalam suatu wilayah tertentu. Hubungan masyarakat dengan kebudayaan adalah dwi
tunggal, dimana kebudayaan merupakan hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa
lahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada
suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara
masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.
·
RUMUSAN ANGKA KELAHIRAN, PROYEKSI PENDUDUK, DAN
PIRAMIDA PENDUDUK
1.
Angka kelahiran
Pertumbuhan Penduduk Alami (natural increase)
Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih jumlah kelahiran dengan jumlah
kematian.
T = (L – M)
2.
Proyeksi penduduk
Jumlah penduduk di masa yang akan datang dapat dihitung atau
diproyeksikan mengenai jumlah penduduk masa yang akan datang sangat penting.
Pn
= Po (1 + r)n
3.
Piramida penduduk
Piramida Penduduk adalah grafik yang menyajikan data penduduk berdasarkan
umur, jenis kelamin dan daerah suatu penduduk.
Piramida penduduk disajikan dalam dua buah diagram batang, pada satu sisi
menunjukan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukan jumlah
oenduduk perempuan dalam kelompok interval usia peduduk lima tahunan. Yang
laki-laki digambarkan di sebelah kiri dan kanan untuk wanita.
Macam Bentuk Piramida Penduduk
Perlu diketahui bahwa piramida penduduk bisa berbeda di tiap wilayah atau
negara, namun tetap patokan dasarna ada 3 bentuk, yaitu :
ü
Piramida Penduduk Muda (Expansive)
ü
Piramida Penduduk Stasioner (Granat)
ü
Piramida Penduduk Tua (Constructive)
·
DINAMIKA DAN MASALAH PENDUDUK
1.
DINAMIKA PENDUDUK
Konsep Kependudukan
Dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dunia menyebabkan jumlah
penduduk menigkat dengan cepat dan dibeberapa bagian dunia telah
terjadikemiskinan dan kekurangan pangan. Sehingga muncul beberapa kelompok aliran/teori
tentang kependudukan, yaitu :
A. Aliran Malthusian (Thomas
Robert Malthus)
Robert Malthus ini mengemukakan beberapa pendapat tentang kependudukan,
yaitu :
1) Penduduk (seperti juga
tumbuhan dan binatang) apabila tidak ada pembatasan akan berkembang biak dengan
sangat cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian dari permukaan bumi.
2) Manusia untuk hidup
memerlukan bahan makanan, sedangkan laju pertumbuhan makanan jauh lebih lambat
(deret hitung) dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk (deret ukur)
B. Aliran Neo Malthusian
(Garreth Hardin Dan Paul Ehrlich)
Pada abad 19–20, Teori Malthus kembali diperdebatkan, muncul kelompok
aliran Neo Malthusian yang menyokong teori Malthus. Namun, menurut aliran Neo
Malthus, mengurangi jumlah penduduk tidak hanya dengan moral restain saja, tapi
lebih ditekankan pada Preventive check. Misalnya penggunaan alat kontrasepsi
untuk mengurangi kelahiran. Aliran Neomalthusian memiliki kesamaan konsep dasar
dengan Malthusian yaitu percaya bahwa pertumbuhan penduduk pasti akan terjadi
dan berdampak negatif pada manusia walaupun
tidak secara persis setuju dengan argumen argumen aliran Malhusian,
beberapa argumen Malthus dianggap tidak rasional oleh karena itu aliran ini
lebih ekstrim dalam melakukan tindakan
tindakan untuk mengurangi jumlah penduduk, misalnya: aborsi, legalitas
homoseksual, hukuman mati.
2.
MASALAH PENDUDUK
Permasalahan Kependudukan di Indonesia
1. Masalah Penduduk yang
Bersifat Kuantitatif
a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan
pembangunan karena menjadi subjek dan objek pembangunan. Manfaat jumlah
penduduk yang besar:
· Penyediaan tenaga kerja
dalam masalah sumber daya alam.
· Mempertahankan keutuhan
negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.
Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk
besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
· Pemerintah harus dapat
menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang
masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih
banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.
· Penyediaan lapangan
kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial
lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi,
oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk
mengatasi masalah ini.
b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat,
walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan
penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun
1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6%
pertahun dan periode 2000-2010 sebesar 1,49%.
c. Persebaran Penduduk Tidak
Merata
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau,
provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura
yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih
kurang 60% penduduk Indonesia. Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa
dan Madura tergolong tinggi, yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap
kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa
per kilo meter persegi (km2).
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan
Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah
penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan
luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari
jumlah penduduk Indonesia.
Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa
semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri.
Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena
kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan
begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat
tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan
pertahanan keamanan negara.
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan.Perpindahan
penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu
ke waktu.Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan
penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas.Pemusatan penduduk di kota-kota
besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat
menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
a) Munculnya permukiman liar.
b) Sungai-sungai tercemar
karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari
pabrik-pabrik industri.
c) Terjadinya pencemaran
udara dari asap kendaraan dan industri.
d) Timbulnya berbagai masalah
sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain.
2. Masalah Penduduk yang
Bersifat Kualitatif
a. Tingkat Pendidikan yang
Rendah
Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi kualitas kesehatan penduduk
Indonesia masih tergolong rendah. Indikator untuk melihat kualitas kesehatan
penduduk adalah dengan melihat:
· Angka Kematian
· Angka Harapan Hidup
Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang
rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk
yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan
penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli
pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat
menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.
b. Tingkat Pendidikan yang
Rendah
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat
pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju,
demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia.Tingkat pendidikan
bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu
negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat
pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi. Kenyataan yang
terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi (sarjana) tetapi
menganggur. Keadaan demikian tentu sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur
menjadi beban bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan
berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam
bidang pendidikan yang dilakuka oleh pemerintah membawa dampak positif yang
signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.
Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
· Pendapatan perkapita
penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti
sekolah sebelum tamat.
· Ketidakseimbangan antara
jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada seperti jumlah kelas, guru dan
buku-buku pelajaran. Ini berakibat tidak semua anak usia sekolah tertampung
belajar di sekolah.
· Masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap
pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan
anaknya.
Dampak yang ditimbulkan akibat dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap
pembangunan adalah :
· Rendahnya penguasaan teknologi
maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini
sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak
mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
·
Perumahan kumuh sebagai dampak permasalahan kependudukan
Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima
hal-hal yang baru. Hal ini tampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat
hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak
karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti
ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan.
c. Tingkat
Pendapatan(Kemakmuran)yang Rendah
Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang
hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar. Sebanyak 37,5juta penduduk
Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan menurut standard yang ditetapkan PBB.
Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM
penduduk, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Banyak negara yang miskin
sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran penduduknya tinggi. Indonesia
dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam.
Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak
mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia
yang sejahtera.Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli
(daya beli) masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan
jenis dan harganya. Bila hasil industri terlalu mahal tidak akan terbeli oleh
masyarakat. Hal ini akan mengakibatkan industri sulit berkembang dan mutu hasil
industri sulit ditingkatkan.Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah
juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah.Bila kemampuan menabung
rendah, pembentukan modal menjadi lambat, sehingga jalannya pembangunan menjadi
tidak lancar.
·
PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN BUDAYA
Kebudayaan selalu dimiliki oleh suatu
masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan
kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan
masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli.
Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang
merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa, dan cipta
masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan,
yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta
hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
Rasa yang meliputi jiwa manusia yang
mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur
masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti luas yang didalamnya mengandung
agama, ideologi, kebatinan, kesenian, dan semua unsur yang merupakan hasil
ekspresi dari jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat. Cipta
merupakan kemampuan mental dan kemampuan pikir dari orang yang hidup
bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu
pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa,
dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya,
agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa
kebudayaan merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai makhluk
sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang
dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya
kelakuan manusia itu sendiri. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya
unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
1.
unsur religi
2.
sistem kemasyarakatan
3.
sistem peralatan
4.
sistem mata pencarian hidup
5.
sistem bahasa
6.
sistem pengetahuan
7.
seni
Dari sistem inilah maka kebudayaan paling
sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
A.
Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan,
norma, peraturan, dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan.
Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu
hidup.
B.
Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas
kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
C.
Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia.
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Reviewed by irfan
on
November 01, 2017
Rating:
Reviewed by irfan
on
November 01, 2017
Rating:




Tidak ada komentar: